Yogie Rinaldi
Muhammad Ramadhan Saputra
Berkat Kristian Zega
Aghnia Nuru Rachma
Prihatini
Minggu, 17 Juni 2012
Jumat, 04 Mei 2012
Tugas PKTI 2B
1. Lapisan-lapisan Sistem UNIX :
a. Lapisan sistem hardware : lapisan yang paling dalam yang terdiri dari komputer dan piranti pendukungnya seperti disk, tape, printer dan lain-lain.
b. Lapisan kernel : merupakan sejumlah program yang menangani secara detail sumber daya komputer, mengorganisir sistem file dan mengurus disk dan tape (otak dari sistem operasi) .
c. Lapisan Utilitas : lapisan yang berfungsi untuk melakukan akses system bagi pemakai .
d. Lapisan shell : Lapisanyang berfungsi untuk penghubung system dan pemakai, menerjemahkan dan melaporkan kepada kernel apa yang harus dilakukan .
2. Kemampuan sistem operasi UNIX :
a. Multi user Sistem : dapat digunakan oleh lebih dari satu orang pada satu waktu .
b. Multi tasking : dapat melakukan beberapa tugas atau proses pada waktu yang bersamaan .
c. Portabilitas : dapat dengan mudah dipakai ke system operasi yang lain .
d. Sistem file hirarki : Memungkinkan pemakai mengorganisasikan informasi atau data dalam bentuk struktur pohon (tree) yang terdiri dari file dan direktori .
3. Pemakai sistem operasi UNIX/LINUX :
Kelompok yang dapat mengakses suatu file dan direktori pada unix dibagi menjadi 3 bagian :
a. Owner : pemakai yang menciptakan file/direktori bersangkutan
b. Group : kelompok sejumlah pemakai yang mempunyai hak sama (hanya bisa melihat dan menambah)
c. Other : semua pemakai diluar owner dan group
Pemakai berdasarkan wewenang terhadap sistem :
a. superuser : pemakai dengan wewenang tertinggi yang dapat melakukan apa saja terhadap system .
b. pemakai biasa : pemakai yang mempunyai hak terbatas terhadap home direktori masing-masing .
a. Lapisan sistem hardware : lapisan yang paling dalam yang terdiri dari komputer dan piranti pendukungnya seperti disk, tape, printer dan lain-lain.
b. Lapisan kernel : merupakan sejumlah program yang menangani secara detail sumber daya komputer, mengorganisir sistem file dan mengurus disk dan tape (otak dari sistem operasi) .
c. Lapisan Utilitas : lapisan yang berfungsi untuk melakukan akses system bagi pemakai .
d. Lapisan shell : Lapisanyang berfungsi untuk penghubung system dan pemakai, menerjemahkan dan melaporkan kepada kernel apa yang harus dilakukan .
2. Kemampuan sistem operasi UNIX :
a. Multi user Sistem : dapat digunakan oleh lebih dari satu orang pada satu waktu .
b. Multi tasking : dapat melakukan beberapa tugas atau proses pada waktu yang bersamaan .
c. Portabilitas : dapat dengan mudah dipakai ke system operasi yang lain .
d. Sistem file hirarki : Memungkinkan pemakai mengorganisasikan informasi atau data dalam bentuk struktur pohon (tree) yang terdiri dari file dan direktori .
3. Pemakai sistem operasi UNIX/LINUX :
Kelompok yang dapat mengakses suatu file dan direktori pada unix dibagi menjadi 3 bagian :
a. Owner : pemakai yang menciptakan file/direktori bersangkutan
b. Group : kelompok sejumlah pemakai yang mempunyai hak sama (hanya bisa melihat dan menambah)
c. Other : semua pemakai diluar owner dan group
Pemakai berdasarkan wewenang terhadap sistem :
a. superuser : pemakai dengan wewenang tertinggi yang dapat melakukan apa saja terhadap system .
b. pemakai biasa : pemakai yang mempunyai hak terbatas terhadap home direktori masing-masing .
4. Contoh lima perintah di UNIX/LINUX :
Cp : membuat salinan ( copy ) file
Contoh : $ cp file.1.doc file1b.doc
Mv : mengganti nama baru
Contoh : $ mv file1.doc data1.doc
Mkdir : membuat direktori baru
Contoh : mkdir tugas
Rm : menghapus file
Contoh : rm file1.doc
Cat : melihat isi file
Contoh : $ cat file1.doc
Top of Form
Bottom of Form
5. Susunan Direktori
root@ubuntu[/]$ sudo su
root@ubuntu[/]# home
root@ubuntu[/home]# mkdir UNIVERSITAS
root@ubuntu[/home]# cd UNIVERSITAS
root@ubuntu[/home/UNIVERSITAS]# mkdir FILKOM
root@ubuntu[/home/UNIVERSITAS]# cd FILKOM
root@ubuntu[/home/UNIVERSITAS/FILKOM]# mkdir SI SK
root@ubuntu[/home/UNIVERSITAS/FILKOM]# cd ..
root@ubuntu[/home/UNIVERSITAS]# mkdir FE
root@ubuntu[/home/UNIVERSITAS]# cd FE
root@ubuntu[/home/UNIVERSITAS/FE]# mkdir AK MA
root@ubuntu[/home/UNIVERSITAS/FE]# cd ..
root@ubuntu[/home/UNIVERSITAS]# mkdir FTI
root@ubuntu[/home/UNIVERSITAS]# cd FTI
root@ubuntu[/home/UNIVERSITAS/FTI
root@ubuntu[/]# home
root@ubuntu[/home]# mkdir UNIVERSITAS
root@ubuntu[/home]# cd UNIVERSITAS
root@ubuntu[/home/UNIVERSITAS]# mkdir FILKOM
root@ubuntu[/home/UNIVERSITAS]# cd FILKOM
root@ubuntu[/home/UNIVERSITAS/FILKOM]# mkdir SI SK
root@ubuntu[/home/UNIVERSITAS/FILKOM]# cd ..
root@ubuntu[/home/UNIVERSITAS]# mkdir FE
root@ubuntu[/home/UNIVERSITAS]# cd FE
root@ubuntu[/home/UNIVERSITAS/FE]# mkdir AK MA
root@ubuntu[/home/UNIVERSITAS/FE]# cd ..
root@ubuntu[/home/UNIVERSITAS]# mkdir FTI
root@ubuntu[/home/UNIVERSITAS]# cd FTI
root@ubuntu[/home/UNIVERSITAS/FTI
Senin, 23 April 2012
Perekonomian Indonesia (Tulisan Bebas)
Dalam strategi pembangunan Indonesia yang baru diperlukan
paradigma baru yang berupa pembangunan manusia Indonesia yang berwawasan. Dalam
kependudukan dan lingkungannya dengan meningkatkan mutu kesehatan, pendidikan
dan pembelajaran, dan pendapatan keluarga. Dengan meningkatkan mutu tersebut
masyarakat Indonesia tidak akan berada dalam kondisi keterpurukan yang
terparah.
Rencana Strategis yang dapat digunakan dalam meningkatkan
mutu Kesehatan yaitu dengan memberikan pelayanan kesehatan terhadap masyarakat
terutapa kepada Ibu dan Anak dengan melibatkan peran Pemerintah dan Masyarakat,
Pemberdayaan tenaga Medis dan Non Medis. Dengan jumlah dan persebaran tenaga
Medis dan Non Medis setidaknya akan meningkatkan efektifitas yang berupa
pemberdayaan peran dan fungsi mereka dalam hal Perhatian pada kesehatan untuk
Ibu, Anak dan Remaja dalam menurunkan tingkat kematian Ibu, anak dan remaja,
Peningkatan mutu bidan mandiri dan tenaga paramedis terlatih, bidan mandiri
yang diberdayakan untuk memberikan motivasi kb dan kesehatan, melanjutkan upaya
menurunkan angka kematian ibu hamil dan melahirkan (aki) dengan: melanjutkan
gerakan ibu sehat se jahtera yang telah diluncurkan tahun 1995. Melanjutkan
gerakan sayang ibu yang juga telah dilaksanakan secara lintas sektor.
Melanjutan upaya "safemotherhood initiative" yang berspektrum luas
dan menarik partisipasi kalangan.
Dalam hal Pendidikan, pembelajaran
dan pelatihan dengan:
Pengembangan model sekolah unggulan terutama untuk melayani
anak-anak terlantar dan kurang beruntung (community college), memberikan
perhatian khusus bagi anak perempuan, mempersiapkan anak perempuan untuk mampu
menentukan pilihan, wajib belajar 9 tahun, pelatihan usaha mikro, adanya
latihan ketrampilan dl sekolah akan merupakan awal dari keterampilan nyata
dilapangan dikemudian hari, penggunaan produksi dalam negeri. Untuk itu diperlukan
dukungan sekolah dan orang tua dan bantuan belajar untuk anak perempuan agar
sekolah lebih tinggi, selain itu untuk memperbaiki kesetaraan gender dalam
upaya pengentasan kemiskinan dengan adanya Program khusus untuk generasi muda
dengan memberi perhatian khusus untuk anak keluarga yang kurang mampu
(under-privileged), memberi muatan program kesehatan reproduksi untuk siswa dan
putus sekolah. (misalnya napza, hiv/aids). Program untuk generasi muda dapat
dilaksanakan melalui berbagai saluran dan program terkait, pengembangan ilmu
pengetahuan dan teknologi.
Dalam hal Membangun kemandirian
ekonomi keluarga
Hal ini bertujuan untuk memperbaiki ekonomi keluarga melalui
orientasi pasar setempat khususnya membangun jejaring antar para ibu dl
pedesaan dengan menggunakan pola gotong royong dalam membangun ekonomi keluarga
dalam kelompok serta memberikan dukungan manajemen dan alokasi sumber dana
antara lain dengan cara menarik/membuka peluang investasi pengusaha di
perkotaan dan pedesaan. Meningkatkan mutu lingkungan hidup dan sarana prasarana
yang memadai, dengan memperhatikan :
-
Meningkatkan kesadaran masyarakat untuk berperilaku menjaga dan melestarikan
sumber daya alam
-
Mengadakan pengawasan yang intensip dan penegakan hukum terhadap perusak lingkungan
-
Meningkatkan kesadaran para perencana dan pengambil keputusan untuk
memperhatikan tata ruang bagi pembangunan
-
Meningkatkan kesadaran masyarakat pentingnya dalam membangun rumah dan
fasilitas umum yang sehat.
Hal-hal yang memacu keberhasilan
-
Mengembangkan partisipasi di masyarakat dengan melalui peningkatan kegiatan organisasi wanita setempat (community-based organization
dan private voluntary organization)
-
Mengembangkan kepemimpinan yang unik untuk daerah setempat
-
Mengembangkan pelayanan mandiri dalam berbagai segi kehidupan.
Tugas Perekonomian Indonesia (softskill)
Hubungan Pengangguran dengan Inflasi
di Indonesia
Dalam indikator ekonomi makro ada tiga hal terutama yang
menjadi pokok permasalahan ekonomi makro. Pertama adalah masalah pertumbuhan
ekonomi. Pertumbuhan ekonomi dapat dikategorikan baik jika angka pertumbuhan
positif dan bukannya negatif. Kedua adalah masalah inflasi. Inflasi adalah
indikator pergerakan harga-harga barang dan jasa secara umum, yang secara
bersamaan juga berkaitan dengan kemampuan daya beli. Inflasi mencerminkan stabilitas
harga, semakin rendah nilai suatu inflasi berarti semakin besar adanya
kecenderungan ke arah stabilitas harga. Namun masalah inflasi tidak hanya
berkaitan dengan melonjaknya harga suatu barang dan jasa. Inflasi juga sangat
berkaitan dengan purchasing power atau daya beli dari masyaraka. Sedangkan daya
beli masyarakat sangat bergantung kepada upah riil. Inflasi sebenarnya tidak
terlalu bermasalah jika kenaikan harga dibarengi dengan kenaikan upah riil.
Masalah ketiga adalah pengangguran. Memang masalah
pengangguran telah menjadi momok yang begitu menakutkan khususnya di
negara-negara berkembang seperti di Indonesia. Negara berkembang seringkali
dihadapkan dengan besarnya angka pengangguran karena sempitnya lapangan
pekerjaan dan besarnya jumlah penduduk. Sempitnya lapangan pekerjaan
dikarenakan karena faktor kelangkaan modal untuk berinvestasi. Masalah
pengangguran itu sendiri tidak hanya terjadi di negara-negara berkembang namun
juga dialami oleh negara-negara maju. Namun masalah pengangguran di negara-negara
maju jauh lebih mudah terselesaikan daripada di negara-negara berkembang karena
hanya berkaitan dengan pasang surutnya business cycle dan bukannya karena
faktor kelangkaan investasi, masalah ledakan penduduk, ataupun masalah sosial
politik di negara tersebut.
Apa itu pengangguran? Pengangguran adalah suatu kondisi di mana orang tidak dapat
bekerja, karena tidak tersedianya lapangan pekerjaan. Ada berbagai macam
tipe pengangguran, misalnya pengangguran teknologis, pengangguran friksional
dan pengangguran struktural. Tingginya angka pengangguran, masalah ledakan
penduduk, distribusi pendapatan yang tidak merata, dan berbagai permasalahan
lainnya di negara kita menjadi salah satu faktor utama rendahnya taraf hidup
para penduduk di negara kita. Namun yang menjadi manifestasi utama sekaligus
faktor penyebab rendahnya taraf hidup di negara-negara berkembang adalah
terbatasnya penyerapan sumber daya, termasuk sumber daya manusia.
Jika dibandingkan dengan negara-negara maju, pemanfaatan
sumber daya yang dilakukan oleh negara-negara berkembang relatif lebih rendah
daripada yang dilakukan di negara-negara maju karena buruknya efisiensi dan
efektivitas dari penggunaan sumber daya baik sumber daya alam maupun sumber
daya manusia. Dua penyebab utama dari rendahnya pemanfaatan sumber daya manusia
adalah karena tingkat pengangguran penuh dan tingkat pengangguran terselubung
yang terlalu tinggi dan terus melonjak. Pengangguran penuh atau terbuka yakni
terdiri dari orang-orang yang sebenarnya mampu dan ingin bekerja, akan tetapi
tidak mendapatkan lapangan pekerjaan sama sekali.
Masalah Pengangguran
dan Krisis Sosial
Masalah pengangguran jika dibiarkan berlarut-larut maka sangat besar kemungkinannya untuk mendorong suatu krisis sosial. Suatu krisis sosial ditandai dengan meningkatnya angka kriminalitas, tingginya angka kenakalan remaja, melonjaknya jumlah anak jalanan atau preman, dan besarnya kemungkinan untuk terjadi berbagai kekerasan sosial yang senantiasa menghantui masyarakat kita.
Masalah pengangguran jika dibiarkan berlarut-larut maka sangat besar kemungkinannya untuk mendorong suatu krisis sosial. Suatu krisis sosial ditandai dengan meningkatnya angka kriminalitas, tingginya angka kenakalan remaja, melonjaknya jumlah anak jalanan atau preman, dan besarnya kemungkinan untuk terjadi berbagai kekerasan sosial yang senantiasa menghantui masyarakat kita.
Bagi banyak orang, mendapatkan sebuah pekerjaan seperti
mendapatkan harga diri. Kehilangan pekerjaan bisa dianggap kehilangan harga
diri. Walaupun bukan pilihan semua orang, di zaman serba susah begini
pengangguran dapat dianggap sebagai nasib. Seseorang bisa saja diputus hubungan
kerja karena perusahaannya bangkrut. Padahal di masyarakat, jutaan penganggur
juga antri menanti tenaganya dimanfaatkan.
Besarnya jumlah pengangguran di Indonesia lambat-laun akan
menimbulkan banyak masalah sosial yang nantinya akan menjadi suatu krisis
sosial, karena banyak orang yang frustasi menghadapi nasibnya. Pengangguran
yang terjadi tidak saja menimpa para pencari kerja yang baru lulus sekolah,
melainkan juga menimpa orangtua yang kehilangan pekerjaan karena kantor dan
pabriknya tutup. Indikator masalah sosial bisa dilihat dari begitu banyaknya
anak-anak yang mulai turun ke jalan. Mereka menjadi pengamen, pedagang asongan
maupun pelaku tindak kriminalitas. Mereka adalah generasi yang kehilangan
kesempatan memperoleh pendidikan maupun pembinaan yang baik.
Salah satu faktor yang mengakibatkan tingginya angka
pengangguran di negara kita adalah terlampau banyak tenaga kerja yang diarahkan
ke sektor formal sehingga ketika mereka kehilangan pekerjaan di sektor formal,
mereka kelabakan dan tidak bisa berusaha untuk menciptakan pekerjaan sendiri di
sektor informal. Justru orang-orang yang kurang berpendidikan bisa melakukan
inovasi menciptakan kerja, entah sebagai joki yang menumpang di mobil atau joki
payung kalau hujan. Juga para pedagang kaki lima dan tukang becak, bahkan orang
demo saja dibayar. Yang menjadi kekhawatiran adalah jika banyak para penganggur
yang mencari jalan keluar dengan mencari nafkah yang tidak halal. Banyak dari
mereka yang menjadi pencopet, penjaja seks, pencuri, preman, penjual narkoba,
dan sebagainya.
Keterikatan
antara Pengangguran dan Inflasi
Ada empat faktor yang menentukan tingkat inflasi. Pertama, uang yang beredar baik uang tunai maupun giro. Kedua, perbandingan antara sektor moneter dan fisik barang yang tersedia. Ketiga, tingkat suku bunga bank juga ikut mempengaruhi laju inflasi. Suku bunga di Indonesia termasuk lebih tinggi dibandingkan negara di kawasan Asia. Keempat, tingkat inflasi ditentukan faktor fisik prasarana. Melonjaknya inflasipun karena dipicu oleh kebijakan pemerintah yang menarik subisidi sehingga harga listrik dan BBM meningkat. Kenaikan BBM tersebut cukup memberatkan masyarakat lapisan bawah karena dapat menimbulkan multiplier effect, mendorong kenaikan harga jenis barang lainnya yang dalam proses produksi maupun distribusinya menggunakan BBM.
Ada empat faktor yang menentukan tingkat inflasi. Pertama, uang yang beredar baik uang tunai maupun giro. Kedua, perbandingan antara sektor moneter dan fisik barang yang tersedia. Ketiga, tingkat suku bunga bank juga ikut mempengaruhi laju inflasi. Suku bunga di Indonesia termasuk lebih tinggi dibandingkan negara di kawasan Asia. Keempat, tingkat inflasi ditentukan faktor fisik prasarana. Melonjaknya inflasipun karena dipicu oleh kebijakan pemerintah yang menarik subisidi sehingga harga listrik dan BBM meningkat. Kenaikan BBM tersebut cukup memberatkan masyarakat lapisan bawah karena dapat menimbulkan multiplier effect, mendorong kenaikan harga jenis barang lainnya yang dalam proses produksi maupun distribusinya menggunakan BBM.
Tingginya angka inflasi selanjutnya akan menurunkan daya
beli masyarakat. Untuk bisa bertahan pada tingkat daya beli seperti sebelumnya,
para pekerja harus mendapatkan gaji paling tidak sebesar tingkat inflasi. Kalau
tidak, rakyat tidak lagi mampu membeli barang-barang yang diproduksi. Jika
barang-barang yang diproduksi tidak ada yang membeli maka akan banyak
perusahaan yang berkurang keuntungannya. Jika keuntungan perusahaan berkurang
maka perusahaan akan berusaha untuk mereduksi cost sebagai konsekuensi atas
berkurangnya keuntungan perusahaan. Hal inilah yang akan mendorong perusahaan
untuk mengurangi jumlah pekerja/buruhnya dengan mem-PHK para buruh. Salah satu
dari jalan keluar dari krisis ini adalah menstabilkan rupiah. Membaiknya nilai
tukar rupiah tidak hanya tergantung kepada money suplly dari IMF, tetapi juga
investor asing (global investment society) mengalirkan modalnya masuk ke
Indonesia (capital inflow). Karena hal inilah maka pengendalian laju inflasi
adalah penting dalam rangka mengendalikan angka pengangguran.
http://putrijulaiha.wordpress.com/2011/03/22/hubungan-pengangguran-dan-inflasi-di-
indonesia/
Tugas Softskill
Hubungan Pengangguran dengan Inflasi
di Indonesia
Dalam indikator ekonomi makro ada tiga hal terutama yang
menjadi pokok permasalahan ekonomi makro. Pertama adalah masalah pertumbuhan
ekonomi. Pertumbuhan ekonomi dapat dikategorikan baik jika angka pertumbuhan
positif dan bukannya negatif. Kedua adalah masalah inflasi. Inflasi adalah
indikator pergerakan harga-harga barang dan jasa secara umum, yang secara
bersamaan juga berkaitan dengan kemampuan daya beli. Inflasi mencerminkan stabilitas
harga, semakin rendah nilai suatu inflasi berarti semakin besar adanya
kecenderungan ke arah stabilitas harga. Namun masalah inflasi tidak hanya
berkaitan dengan melonjaknya harga suatu barang dan jasa. Inflasi juga sangat
berkaitan dengan purchasing power atau daya beli dari masyaraka. Sedangkan daya
beli masyarakat sangat bergantung kepada upah riil. Inflasi sebenarnya tidak
terlalu bermasalah jika kenaikan harga dibarengi dengan kenaikan upah riil.
Masalah ketiga adalah pengangguran. Memang masalah
pengangguran telah menjadi momok yang begitu menakutkan khususnya di
negara-negara berkembang seperti di Indonesia. Negara berkembang seringkali
dihadapkan dengan besarnya angka pengangguran karena sempitnya lapangan
pekerjaan dan besarnya jumlah penduduk. Sempitnya lapangan pekerjaan
dikarenakan karena faktor kelangkaan modal untuk berinvestasi. Masalah
pengangguran itu sendiri tidak hanya terjadi di negara-negara berkembang namun
juga dialami oleh negara-negara maju. Namun masalah pengangguran di negara-negara
maju jauh lebih mudah terselesaikan daripada di negara-negara berkembang karena
hanya berkaitan dengan pasang surutnya business cycle dan bukannya karena
faktor kelangkaan investasi, masalah ledakan penduduk, ataupun masalah sosial
politik di negara tersebut.
Apa itu pengangguran? Pengangguran adalah suatu kondisi di mana orang tidak dapat
bekerja, karena tidak tersedianya lapangan pekerjaan. Ada berbagai macam
tipe pengangguran, misalnya pengangguran teknologis, pengangguran friksional
dan pengangguran struktural. Tingginya angka pengangguran, masalah ledakan
penduduk, distribusi pendapatan yang tidak merata, dan berbagai permasalahan
lainnya di negara kita menjadi salah satu faktor utama rendahnya taraf hidup
para penduduk di negara kita. Namun yang menjadi manifestasi utama sekaligus
faktor penyebab rendahnya taraf hidup di negara-negara berkembang adalah
terbatasnya penyerapan sumber daya, termasuk sumber daya manusia.
Jika dibandingkan dengan negara-negara maju, pemanfaatan
sumber daya yang dilakukan oleh negara-negara berkembang relatif lebih rendah
daripada yang dilakukan di negara-negara maju karena buruknya efisiensi dan
efektivitas dari penggunaan sumber daya baik sumber daya alam maupun sumber
daya manusia. Dua penyebab utama dari rendahnya pemanfaatan sumber daya manusia
adalah karena tingkat pengangguran penuh dan tingkat pengangguran terselubung
yang terlalu tinggi dan terus melonjak. Pengangguran penuh atau terbuka yakni
terdiri dari orang-orang yang sebenarnya mampu dan ingin bekerja, akan tetapi
tidak mendapatkan lapangan pekerjaan sama sekali.
Masalah Pengangguran
dan Krisis Sosial
Masalah pengangguran jika dibiarkan berlarut-larut maka sangat besar kemungkinannya untuk mendorong suatu krisis sosial. Suatu krisis sosial ditandai dengan meningkatnya angka kriminalitas, tingginya angka kenakalan remaja, melonjaknya jumlah anak jalanan atau preman, dan besarnya kemungkinan untuk terjadi berbagai kekerasan sosial yang senantiasa menghantui masyarakat kita.
Masalah pengangguran jika dibiarkan berlarut-larut maka sangat besar kemungkinannya untuk mendorong suatu krisis sosial. Suatu krisis sosial ditandai dengan meningkatnya angka kriminalitas, tingginya angka kenakalan remaja, melonjaknya jumlah anak jalanan atau preman, dan besarnya kemungkinan untuk terjadi berbagai kekerasan sosial yang senantiasa menghantui masyarakat kita.
Bagi banyak orang, mendapatkan sebuah pekerjaan seperti
mendapatkan harga diri. Kehilangan pekerjaan bisa dianggap kehilangan harga
diri. Walaupun bukan pilihan semua orang, di zaman serba susah begini
pengangguran dapat dianggap sebagai nasib. Seseorang bisa saja diputus hubungan
kerja karena perusahaannya bangkrut. Padahal di masyarakat, jutaan penganggur
juga antri menanti tenaganya dimanfaatkan.
Besarnya jumlah pengangguran di Indonesia lambat-laun akan
menimbulkan banyak masalah sosial yang nantinya akan menjadi suatu krisis
sosial, karena banyak orang yang frustasi menghadapi nasibnya. Pengangguran
yang terjadi tidak saja menimpa para pencari kerja yang baru lulus sekolah,
melainkan juga menimpa orangtua yang kehilangan pekerjaan karena kantor dan
pabriknya tutup. Indikator masalah sosial bisa dilihat dari begitu banyaknya
anak-anak yang mulai turun ke jalan. Mereka menjadi pengamen, pedagang asongan
maupun pelaku tindak kriminalitas. Mereka adalah generasi yang kehilangan
kesempatan memperoleh pendidikan maupun pembinaan yang baik.
Salah satu faktor yang mengakibatkan tingginya angka
pengangguran di negara kita adalah terlampau banyak tenaga kerja yang diarahkan
ke sektor formal sehingga ketika mereka kehilangan pekerjaan di sektor formal,
mereka kelabakan dan tidak bisa berusaha untuk menciptakan pekerjaan sendiri di
sektor informal. Justru orang-orang yang kurang berpendidikan bisa melakukan
inovasi menciptakan kerja, entah sebagai joki yang menumpang di mobil atau joki
payung kalau hujan. Juga para pedagang kaki lima dan tukang becak, bahkan orang
demo saja dibayar. Yang menjadi kekhawatiran adalah jika banyak para penganggur
yang mencari jalan keluar dengan mencari nafkah yang tidak halal. Banyak dari
mereka yang menjadi pencopet, penjaja seks, pencuri, preman, penjual narkoba,
dan sebagainya.
Keterikatan
antara Pengangguran dan Inflasi
Ada empat faktor yang menentukan tingkat inflasi. Pertama, uang yang beredar baik uang tunai maupun giro. Kedua, perbandingan antara sektor moneter dan fisik barang yang tersedia. Ketiga, tingkat suku bunga bank juga ikut mempengaruhi laju inflasi. Suku bunga di Indonesia termasuk lebih tinggi dibandingkan negara di kawasan Asia. Keempat, tingkat inflasi ditentukan faktor fisik prasarana. Melonjaknya inflasipun karena dipicu oleh kebijakan pemerintah yang menarik subisidi sehingga harga listrik dan BBM meningkat. Kenaikan BBM tersebut cukup memberatkan masyarakat lapisan bawah karena dapat menimbulkan multiplier effect, mendorong kenaikan harga jenis barang lainnya yang dalam proses produksi maupun distribusinya menggunakan BBM.
Ada empat faktor yang menentukan tingkat inflasi. Pertama, uang yang beredar baik uang tunai maupun giro. Kedua, perbandingan antara sektor moneter dan fisik barang yang tersedia. Ketiga, tingkat suku bunga bank juga ikut mempengaruhi laju inflasi. Suku bunga di Indonesia termasuk lebih tinggi dibandingkan negara di kawasan Asia. Keempat, tingkat inflasi ditentukan faktor fisik prasarana. Melonjaknya inflasipun karena dipicu oleh kebijakan pemerintah yang menarik subisidi sehingga harga listrik dan BBM meningkat. Kenaikan BBM tersebut cukup memberatkan masyarakat lapisan bawah karena dapat menimbulkan multiplier effect, mendorong kenaikan harga jenis barang lainnya yang dalam proses produksi maupun distribusinya menggunakan BBM.
Tingginya angka inflasi selanjutnya akan menurunkan daya
beli masyarakat. Untuk bisa bertahan pada tingkat daya beli seperti sebelumnya,
para pekerja harus mendapatkan gaji paling tidak sebesar tingkat inflasi. Kalau
tidak, rakyat tidak lagi mampu membeli barang-barang yang diproduksi. Jika
barang-barang yang diproduksi tidak ada yang membeli maka akan banyak
perusahaan yang berkurang keuntungannya. Jika keuntungan perusahaan berkurang
maka perusahaan akan berusaha untuk mereduksi cost sebagai konsekuensi atas
berkurangnya keuntungan perusahaan. Hal inilah yang akan mendorong perusahaan
untuk mengurangi jumlah pekerja/buruhnya dengan mem-PHK para buruh. Salah satu
dari jalan keluar dari krisis ini adalah menstabilkan rupiah. Membaiknya nilai
tukar rupiah tidak hanya tergantung kepada money suplly dari IMF, tetapi juga
investor asing (global investment society) mengalirkan modalnya masuk ke
Indonesia (capital inflow). Karena hal inilah maka pengendalian laju inflasi
adalah penting dalam rangka mengendalikan angka pengangguran.
http://putrijulaiha.wordpress.com/2011/03/22/hubungan-pengangguran-dan-inflasi-di-
indonesia/
Selasa, 20 Maret 2012
Tugas Dasar Pemasaran
Nama usaha : CV. Dwi Shinta (steam mobil )
Usaha ini didirikan pada tahun 2005 oleh seorang pensiunan karyawan swasta di salah satu perusahaan ternama di Jakarta. Membuka unit usaha pencucian kendaraan mungkin sudah lama menjadi keinginan serta cita-cita beliau. Di kesempatan kali ini beliau berpikir untuk menggunakan waktu luangnya untuk menjadi seorang wirausahawan, bukan hanya selalu menjadi pegawai atau pun karyawan, karena menurut beliau menjadi seorang wirausahawan adalah selain untuk bekerja beliau juga dapat menciptakan lapangan pekerjaan bagi pencari pekerjaan yang membutuhkan.
Tepatnya pada tanggal 22 Juli 2005 beliau meresmikan usahanya yaitu cucian steam mobil, kebetulan di daerah tersebut hanya terdapat satu usaha cucian steam yaitu milik beliau, sehingga membuat usaha cucian steam beliau ramai di kunjungi pelanggan. selain itu, letak atau lokasi cucian mobil tersebut sangat lah strategis sehingga dapat dengan mudah ditemukan oleh para pelanggan yang membutuhkan jasa cucian mobil tersebut. Hari demi hari usaha tersebut semakin meningkat pendapatan perharinya, namun selain itu terdapat pula kendala- kendala serta kekurangan maupun kelemahan dari luar maupun dari dalam perusahaan. Sebagai contoh kelemahan dari luar maupun dari dalam perusahaan adalah :
1. Apabila musim kemarau tiba, sangatlah jarang ada pelanggan yang membutuhkan jasa cucian mobil ini.
2. Selain jarangnya pelanggan yang membutuhkan jasa cucian mobil ini, kurangnya pasokan air pun menjadi hal yang pasti terjadi.
3. Akibat ramainya pelanggan yang berdatangan maka munculah para pesaing-pesaing baru serta akibat dari satu-satunya usaha tersebut di daerah itu.
Walaupun demikian usaha tersebut memiliki kekuatan serta keunggulan yang belum tentu perusahaan lain miliki, khususnya di jenis usaha cucian mobil ini, antara lain :
1. Memiliki karyawan yang profesional di bidangnya.
2. Memiliki ruang tunggu yang memadai.
3. Disediakannya fasilitas-fasilitas tambahan seperti : kantin ( warung makan atau warung kopi ).
4. Memiliki hak paten (milik sendiri).
5. Pelayanan yang memuaskan (excellent service).
6. Karena lokasinya strategis membuat pelanggan nyaman.
7. Dll.
Selain itu usaha ini memiliki peluang-peluang yang kemungkinan bisa dimanfaatkakan yaitu : apabila dalam beberapa tahun kedepan tidak ada jenis usaha yang sama di daerah tersebut maka kemungkinan besar usaha tersebut semakin berkembang dan maju pesat.
Jenis usaha ini masuk kedalam jenis usaha internal environment dimana lingkungan yang ada di perusahaan bisa dikendalikan, karena bisa dikendalikan maka dapat dimanfaatkan untuk pemasaran yaitu : memberikan harga, karyawan, menentukan jumlah produksi, menentukan jenis produksi dan menentukan lokasi.
Terima kasih kapada pihak pihak yang telah berpartipasi dalam tulisan ini, terutama pemilik usaha cucian steam CV. Dwi Shinta.
By :
- Ali ( 20211592 )
- Berkat Kristian Zega ( 29211191 )
- Rainaldo Sirait ( 25211801 )
Langganan:
Postingan (Atom)