Camel
Camel
is a large and strong animal which is commonly seen in desert.
There are two kinds of camel; Arabian camel and Bactrian camel. The first kind
of camel has one hump and the second has two humps.
Camel are able to travel in great distances
across hot and dry deserts with little food or water. They walk easily on soft
sand the desert.
Camels are trained as means of transportation by carrying people and loads on
their backs. They also serve the people of the desert in many other ways.
Senin, 28 April 2014
Senin, 31 Maret 2014
How To Be A Good CEO / LEADER ?
How often have you heard the comment, "He or she is a born leader?" There are certain characteristics found in some people that seem to naturally put them in a position where they're looked up to as a leader.
Whether in fact a person is born a leader or develops skills and abilities to become a leader is open for debate. There are some clear characteristics that are found in good leaders. These qualities can be developed or may be naturally part of their personality. Let us explore them further.
SEVEN PERSONAL QUALITIES FOUND IN A GOOD LEADER
1. A good leader has an exemplary character. It is of utmost importance that a leader is trustworthy to lead others. A leader needs to be trusted and be known to live their life with honestly and integrity. A good leader "walks the talk" and in doing so earns the right to have responsibility for others. True authority is born from respect for the good character and trustworthiness of the person who leads.
2. A good leader is enthusiastic about their work or cause and also about their role as leader. People will respond more openly to a person of passion and dedication. Leaders need to be able to be a source of inspiration, and be a motivator towards the required action or cause. Although the responsibilities and roles of a leader may be different, the leader needs to be seen to be part of the team working towards the goal. This kind of leader will not be afraid to roll up their sleeves and get dirty.
3. A good leader is confident. In order to lead and set direction a leader needs to appear confident as a person and in the leadership role. Such a person inspires confidence in others and draws out the trust and best efforts of the team to complete the task well. A leader who conveys confidence towards the proposed objective inspires the best effort from team members.
4. A leader also needs to function in an orderly and purposeful manner in situations of uncertainty. People look to the leader during times of uncertainty and unfamiliarity and find reassurance and security when the leader portrays confidence and a positive demeanor.
5. Good leaders are tolerant of ambiguity and remain calm, composed and steadfast to the main purpose. Storms, emotions, and crises come and go and a good leader takes these as part of the journey and keeps a cool head.
6. A good leader, as well as keeping the main goal in focus, is able to think analytically. Not only does a good leader view a situation as a whole, but is able to break it down into sub parts for closer inspection. While keeping the goal in view, a good leader can break it down into manageable steps and make progress towards it.
7. A good leader is committed to excellence. Second best does not lead to success. The good leader not only maintains high standards, but also is proactive in raising the bar in order to achieve excellence in all areas.
These seven personal characteristics are foundational to good leadership. Some characteristics may be more naturally present in the personality of a leader. However, each of these characteristics can also be developed and strengthened. A good leader whether they naturally possess these qualities or not, will be diligent to consistently develop and strengthen them in their leadership role.
Barbara White President of Beyond Better Development has over twenty years experience in leadership. Beyond Better Development works with organizations who want their leaders to develop towards their potential and stay on the cutting edge. More about Leadership Developmentand Good Leadership Skills [http://www.beyondbetterleadership.com]
Article Source: http://EzineArticles.com/59305
Senin, 27 Januari 2014
Rumah Sakit di Jakarta Siap Jalankan JKN
Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) mulai diberlakukan sejak Rabu (1/1). Program baru dari Kementerian Kesehatan ini sejatinya akan lebih fokus menghadapi persoalan kesehatan warga di negeri ini. Melalui Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS), sebuah badan transformasi dari PT ASKES dan PT Jamsostek, JKN dijalankan melalui mekanisme asuransi sosial. Dengan menyetorkan iuran bulanan ke BPJS, peserta JKN yang memiliki risiko penyakit rendah membantu peserta yang memiliki risiko tinggi. Peserta yang sehat membantu yang sakit.
Direktur RS Fatmawati Andi
Wahyuningsih Attas menjelaskan bahwa pihaknya tidak memiliki persiapan khusus
menyongsong program JKN. "Tidak ada hal (persiapan) khusus. Ini (JKN) kan
seperti Askes," ungkapnya, Rabu (2/1). Secara terpisah, Humas RS Premier
Jatinegara Sukendar mengatakan bahwa sejauh ini persiapan yang dilakukan
sebatas literasi mengenai program ini kepada petugas rumah sakit. "Secara
umum kami siap karena sebelumnya ada staf kami yang dilatih oleh Kemenkes guna
persiapan program ini," paparnya, Kamis (2/1).
JKN memberikan kesempatan bagi semua
warga tanpa terkecuali mendapat fasilitas kesehatan. Bagi para pekerja bukan
penerima upah (wiraswasta, pekerja paruh waktu) bisa mengikuti program ini
dengan mendaftarkan diri ke kantor BPJS mulai 1 Januari 2014 dan dikenakan
iuran bulanan sesuai dengan kelas pelayanan rumah sakit. Mulai dari Rp. 25.500
per bulan per orang untuk perawatan di ruang kelas III, Rp. 42.500 untuk
perawatan di rumah sakit kelas II, dan Rp. 59.500 per orang per bulan untuk
perawatan di rumah sakit kelas I.
Sementara itu, untuk masyarakat
miskin dan tidak mampu, iuran ditanggung oleh pemerintah. Menurut rencana, pada
2019, seluruh warga Indonesia sudah terdaftar dalam program ini. Para peserta
BPJS akan mendapat jaminan penyuluhan kesehatan, pengobatan, keluarga
berencana, imunisasi, dan akomodasi rawat inap.
Sumber :
delapan6.com
Mau Mulai Bisnis? Ini Tipsnya
Memulai bisnis bukanlah tanpa
tantangan, tetapi menjadi bos bagi diri sendiri dan melakukan apa yang
disenangi akan sangat luar biasa. Jika Anda ingin memulai bisnis, tips berikut
dapat membantu anda, mulai dari ide usaha hingga membangun brand Anda sendiri.
1. Tuangkan ide. Setiap bisnis baru dimulai dari ide
Buatlah daftar bisnis yang Anda
pikir bisa Anda mulai. Anda bisa memulai bisnis berbasis rumahan atau berbasis
internet. Opsi lain adalah bisnis waralaba. Bila Anda memilih bisnis ini,
konsep, merek, dan model bisnis sudah ada. Yang Anda butuhkan adalah lokasi
strategis dan keperluan lainnya untuk menjalankan bisnis. Setelah Anda membuat
daftar ide bisnis, lakukan riset cepat atas perusahaan yang telah ada di
industri yang Anda pilih. Belajarlah bagaimana pelaku bisnis tersebut
menjalankan bisnis mereka, dan bagaimana Anda bisa berbisnis.
Bila Anda pikir bisnis Anda bisa
memberikan apa yang tidak bisa diberikan oleh perusahaan lain atau bisnis sama,
tetapi lebih murah dan cepat, maka Anda telah siap membuat rencana bisnis.
2. Buatlah rencana bisnis
Setelah Anda mendapat ide, ada
beberapa pertanyaan penting yang harus ditanya pada diri sendiri. Apa tujuan
bisnis Anda? Kepada siapa Anda akan menjual produk? Apa tujuan akhir Anda?
Bagaimana pembiayaan awal bisnis Anda? Segala pertanyaan tersebut dapat
terjawab dalam rencana bisnis yang rapi.
Rencana bisnis membantu Anda
mengarahkan bisnis, bagaimana mengatasi hambatan yang akan muncul, dan apa yang
Anda butuhkan untuk menjaga keberlangsungan bisnis Anda. Dalam menulis rencana
bisnis, berikut poin-poin yang bisa dicatat: Jenis bisnis dan bagaimana
mencapai tujuan; bagaimana mengisi kebutuhan pasar; riset pasar; manajemen
bisnis; pelayanan atau lini produk, termasuk hak cipta bila diperlukan;
strategi penetrasi dan pertumbuhan pasar; estimasi biaya dan pendanaannya.
3. Pendanaan
Dalam hal pendanaan, Anda sebaiknya
berpikir dulu apakah bisnis yang dijalani hanya sampingan atau menjadi mata
pencaharian utama. Bila hanya sampingan dari pekerjaan utama, maka Anda bisa
menutup biaya dari pendapatan utama Anda tanpa harus berutang. Namun, jika Anda
berencana menjadikan bisnis ini menjadi pekerjaan utama, sebaiknya Anda
bersabar dulu dengan menabung untuk memulai bisnis dan "memapankan"
diri sebelum mulai meraup untung.
Untuk memulai bisnis, kredit
komersial perbankan bisa jadi langkah awal yang bagus. Pinjaman kecil dari
keluarga dan sahabat bisa juga menjadi cara bagus untuk memulai bisnis, asalkan
Anda kembalikan di kemudian hari.
4. Memasarkan produk
Ide memulai bisnis yang bagus tidak
akan berjalan baik jika orang lain tidak mengetahuinya. Walaupun pemasaran dari
mulut ke mulut masih ampuh, Anda harus memasarkan ke luar lingkaran sosial
Anda. Sebelum memasarkan, Anda harus membangun brand terlebih dulu. Media sosial bisa menjadi cara praktis
untuk bisnis skala kecil saat ini. Buatlah logo yang mudah diingat orang dan
gunakan logo itu secara konsisten dalam setiap platform yang Anda gunakan.
Gunakan media sosial sebagai sarana
promosi, misalnya membuat promosi 25 orang pertama yang memberi
"Like" di laman Facebook bisnis Anda akan memperoleh penawaran
menarik. Menjalankan bisnis bisa sangat berisiko, tetapi jika Anda telah
memiliki persiapan yang matang dan pengetahuan yang cukup, Anda akan dapat
menjalankan bisnis dengan menyenangkan.
Selamat memulai bisnis!
Sumber :
kompas.com
Masyarakat Masih Belum Mengetahui BPJS
Sebagian besar masyarakat belum
mengetahui Badan Penyelenggara Jaminan Sosial(BPJS) apa dan fungsinya? Dari
pantauan delapan6.com di Rumah Sakit (RS) Budi Asih, Jakarta Timur, menemukan
sejumlah pasien pengguna kartu Kartu Jakarta Sehat (KJS) belum mengetahui
fungsi dan kegunaan BPJS.
Heru (40), keluarga pasien yang
ditemui saat mengantri obet di RS Budi Asih menuturkan, belum mengetahui
tentang BPJS. “Saya belum tahu apa BPJS, tadi saat proses pendaftaran biasanya
saya lampirkan surat foto copy Kartu Keluarga (KK), Kartu Tanda Penduduk (KTP)
dan surat rujukan dari Puskesmas saja, tapi setelah selesai saya diberi
formulir berwarna kuning yang tertera BPJS. Sebelumnya tidak pernah dapat
selama saya menggunakan KJS,” ujar Heru saat ditemui delapan6.com di RS Budi
Asih, Jakarta Timur, Jumat (03/01).
Lanjut warga asal Bambu Apus,
Cipayung ini mengatakan, proses pendaftaran masih sama dan tidak dibebankan
biaya. “Buat Saya yang penting jangan ada biaya, kalau mau dirubah jadi BPJS
tidak apa-apa,” tukasnya. Senada dengan Heru, Vera(37) pasien yang tinggal di
Cawang mengatakan, bila KJS akan diganti BPJS tidak apa-apa, yang penting
prosesnya lebih mudah dan tidak dikenakan biaya.
Sementara itu, Monang Sirait, Kabag
Humas RS Budi Asih menuturkan, pengguna KJS ataupun BPJS sama saja, hanya saja
yang berbeda hanya penanggungjawabnya. “Dulu kan ada pengguna KJS, Askes atau
Jamsosotek, sekarang sudah digantikan BPJS. Sebenarnya sama hanya
penanggungjawabnya saja yang berbeda,” ujarnya.
Lanjut Monang, sejak diberlakukan 1
Januari 2014 kartu BPJS belum dikeluarkan. “Keluhan pada pasien tidak ada,
hanya beberapa pasien belum mengetahui BPJS. Sebenarnya kalau pasien pengguna
KJS pada pelayanan kesehatan tidak dibebankan biaya saja, untuk pengantian KJS
menjadi BPJS tidak mereka pusingkan,”tukasnya.
Sumber : delapan6.com
Waspadai Penyakit Ini Ketika Musim Hujan
Curah hujan tinggi yang menimbulkan
banjir di berbagai wilayah Jakarta membawa dampak yang tidak baik bagi
kesehatan tubuh. Pasalnya, kondisi lingkungan yang tidak bersih terkontaminasi
dengan makanan dan minuman yang dikonsumsi. Dirjen Pengendalian Penyakit dan
Penyehatan Lingkungan Kemenkes Prof dr Tjandra Yoga Aditama menyampaikan,
"Saat musim hujan, penyakit menular meningkat dan yang memiliki penyakit
kronik kondisinya akan semakin parah". Berikut ini adalah beberapa
penyakit yang patut untuk diwaspadai saat musim hujan dan banjir.
Diare
Penyakit diare rentan hubungannya
dengan kebersihan makanan dan minuman. Untuk menanggulangi penyakit diare, Prof
dr Tjandra Yoga Aditama menyarankan agar masyarakat tetap waspada dengan
membiasakan diri mencuci tangan dengan sabun setiap kali makan dan setelah
buang air besar serta mengkonsumsi air minum yang benar-benar mendidih.
Demam berdarah
Air banjir akan berpotensi menjadi
sarang perindukan nyamuk Aedes Aegypti yang membawa penyakit demam
berdarah.Sehingga dianjurkan untuk segera melakukan penanggulangan dengan
teknik 3M, yaitu mengubur kaleng-kaleng bekas, menguras tempat penampungan air
dan menutup rapat tempat penyimpanan air bersih.
Leptospirosis
Leptospirosis
Ada banjir, ada tikus. Maka
penyebaran penyakit Leptospirosis ini sangat rentan hubungannya dengan hewan
seperti tikus. Biasanya penyakit ini timbul akibat kontaminasi kotoran atau
urine tikus ke dalam air banjir. Penyakit ini ditandai dengan warna kulit
kekuningan disertai dengan diare.
Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA)
Korban banjir yang direlokasi ke
posko-posko pengungsian juga rentan terjangkit penyakit. Salah satunya adalah
infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Sirkulasi udara yang tidak sehat di
dalam ruangan yang penuh orang akan menjadi ruang dimana beragam virus dan
bakteri berkembang biak dan menyerang pernapasan. Pneyakit ini ditandai dengan
batuk, sesak napas, nyeri dada dan demam.
Alergi dan Gatal di kulit
Penyakit yang satu ini timbul akibat
air banjir yang kotor dan terkontaminasi beragam kotoran. Dengan itu,
disarankan untuk tidak melakukan aktifitas ditengah banjir. Alergi dan gatal
ini ditandai dengan bintik-bintik merah di kulit dan gatal disekujur tubuh. Sangat
disarankan untuk segera melakukan pemeriksaan dan pengobatan ke pusat
kesehatan. Dengan menjaga kebersihan di musim hujan dan banjir, dapat
meminimalisir kemungkinan penyebaran penyakit menular ini. Bila telah
menunjukkan tanda-tanda penjangkitan penyakit di atas segera periksa kesehatan
anda.
Sumber :
delapan6.com
Langganan:
Postingan (Atom)