Kamis, 13 Oktober 2011

tugas pengantar bisnis (tulisan bebas)


I.                  Strategi Belajar di Perguruan Tinggi
Menjadi mahasiswa berbeda dalam segala hal ketika masih menjadi mahasiswa. Selama kuliah di PT, mahasiswa akan dibina dan membina diri untuk dipersiapkan dan mempersiapkan diri demi menyongsong masa depan sebagai penerus bangsa. Setiap mahasiswa tentunya tidak ingin mengalami kegagalam dalam kuliahnya di PT, karena dapat menjadi pertanda kegagalan untuk meraih masa depannya. Untuk itu, diperlukan suatu strategi yang matang dan dipersiapkan sejak awal untuk menempuh semua proses pembelajaran di PT agar memperoleh keberhasilan. Strategi yang dipersiapkan dapat menjadi acuan dan pengendali segala aktivitas selama di PT sehingga tetap berada bada jalur yang benar dalam mencapai harapan masa depan.
A.    Mensyukuri Pilihan untuk Kuliah
      B.  Menyiapkan Diri untuk Kuliah
            Kuliah jelas memiliki perbedaan dengan ketika sekolah di jenjang sebelumnya. Jika di SMA program yang diikuti dapat dengan mudah diikuti karena sudah tampak jelas, tetapi dalam menempuh perkuliahan, mahasiswa harus mampu memiliki perencanaan yang matang. Merencanakan perkuliahan berarti menentukan tujuan-tujuan yang harus dicapai selama kuliah sekaligus sebagai bekal untuk masa depan. Agar tujuan tersebut tercapai mahasiswa harus melakukan pengelolaan diri dan sumber daya untuk mencapai tujuan tersebut serta selalu merefleksi dan mengevaluasi diri sejauh mana tujuan telah tercapai. Hal yang dapat dilakukan sebelum perencanaan sebagai upaya pemahaman terhadap kehidupan di kampus adalah :
(1) Memahami sistem akademik
(2) Memahami lingkungan dan suasana kampus
(3) Memahami kekuatan dan kelemahan diri.

II. Pengalaman belajar di perguruan tinggi

Semua orang menginginkan agar hidupnya sukses. Mereka ingin menjadi orang yang dianggap hebat, baik di bidang pendidikan, ekonomi, status social dan lainnya. Di bidang pendidikan misalnya, mereka menghendaki agar berhasil meraih jenjang pendidikan tertinggi dibanding teman-temannya. Di bidang ekonomi, mereka ingin menjadi kaya, melebihi orang lain. Dan begitu juga dalam status social, mereka ingin menjadi orang terpandang, sebagai tokoh, orang yang didengar pendapatnya dan diikuti perilakunya.

            Hal serupa juga dicita-citakan oleh mahasiswa. Mereka pada umumnya ingin mendapatkan indeks prestasi tertinggi, lulus dan diwisuda dengan tepat waktu. Selesai kuliah, berharap segera mendapatkan pekerjaan, dihormati orang, dan diposisikan sebagai orang pilihan, pendapatnya didengarkan dan perilakunya dijadikan acuan banyak orang. Harapan seperti itu wajar, dan justru jika tidak memiliki cita-cita seperti itu, malah terasa aneh. Ada orang sebatas cita-cita saja tidak memilikinya.

 III. Sukses memilih cita-cita sebagai sarjana
Orang sukses di bidang apa saja selalu disebabkan oleh karena yang bersangkutan berhasil menempatkan diri pada posisi yang tepat. Jalan menuju sukses harus dilalui bagi orang yang menginginkannya. Tidak akan mungkin seorang menjadi sukses dalam hidupnya, jika mereka tidak menampatkan diri pada jalan itu.
Seorang pedagang menjadi sukses, karena mereka berhasil menyesuaikan diri dengan jalan sukses pada umumnya sebagai seorang pedagang. Demikian pula seorang calon mahasiswa, tatkala diterima masuk perguruan tinggi, mereka ingin sukses, kelak menjadi seorang ahli sesuai dengan jurusan yang dipilihnya. Cita-citanya berhasil dibangun. Mereka memiliki imajinasi tentang masa depan yang jelas. Mereka ingin menjadi sarjana yang hebat, tidak sebagaimana sarjana pada umumnya. Dengan pilihan itu, maka mereka akan bisa berbuat untuk kepentingan dirinya, keluarganya, dan masyarakatnya.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar