Minggu, 06 Oktober 2013

Kelebihan dan Kekurangan Mobil Murah



        "Kota yang maju bukan dilihat dari kondisi bahwa orang miskinnya bisa membeli mobil, melainkan ketika orang kayanya menggunakan transportasi publik," kata Enrique Penalosa, Wali Kota Bogota 1999-2002. Ungkapan bekas Wali Kota Bogota itu menjadi relevan setelah konsep mobil murah dan ramah lingkungan, atau low cost and green car (LCGC), yang diluncurkan pemerintah berkembang menjadi kontroversi.

          Tidak kurang dari Wapres Boediono pun ikut mengemukakan pendapat terkait dengan program mobil murah. Dalam kesempatan membuka pameran otomotif terbesar se-Asia Tenggara, Indonesia International Motor Show (IIMS) Ke-21 di JI Expo, Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (19/9), Wapres mengatakan melarang masyarakat Jakarta membeli mobil bukanlah solusi untuk mengatasi kemacetan di Jakarta.

          Wapres mengungkapkan hal itu setelah Gubernur DKI Joko Widodo atau Jokowi menulis surat kepada Wapres dan menyatakan tidak setuju dengan program pengadaan mobil murah tersebut. Menurut Jokowi, kebijakan mobil murah itu hanya akan membuat jalan-jalan di kota besar yang sudah macet seperti Jakarta akan menjadi lebih macet lagi.

        Menurut Wapres, Pemprov DKI bisa melakukan sejumlah kebijakan untuk mengatasi kemacetan di Jakarta seperti peningkatan alat transportasi publik serta penerapan electronic road pricing. Apalagi industri otomotif Indonesia diharapkan menjadi tulang punggung industri dan industrialisasi masa depan.
  
         Namun, penanganan kemacetan tersebut harus dilakukan secara komprehensif, dari hulu ke hilir. Kebijakan di hulu antara lain tidak mengobral kemudahan orang membeli mobil. Lalu, belajar dari persoalan penghematan bahan bakar minyak yang selama ini belum sepenuhnya dapat diselesaikan, menjadi bijak jika pemerintah mengkaji ulang kebijakan mobil murah tersebut.

        Kebijakan itu juga tidak sejalan dengan program untuk mengurangi konsumsi bahan bakar minyak (BBM) yang terus melambung. Memudahkan setiap warga membeli mobil sama artinya mendorong konsumsi BBM ke level yang tidak terbatas. Kendati disebut-sebut sangat irit bahan bakar, tetap saja mobil tersebut bakal menambah konsumsi BBM karena ada pembelian kendaraan baru.

        Di sisi lain, defisit neraca perdagangan kita selama ini salah satunya disumbang impor BBM yang semakin besar dari tahun ke tahun. Memudahkan setiap orang membeli mobil sama artinya dengan mendorong agar defisit neraca perdagangan kita semakin lebar. Kita memahami sepenuhnya kerisauan Jokowi bahwa program mobil murah akan membuat persoalan kemacetan yang sedang dicoba diselesaikan Jokowi menjadi semakin sulit dipecahkan. Karena itu, kita mendesak agar antara pemerintah pusat dan Pemprov DKI lebih bersinergi terkait dengan isu tersebut.

          Pembangunan transportasi publik yang aman, nyaman, dan murah untuk Jakarta harus lebih diutamakan daripada mendorong setiap warga DKI untuk memiliki mobil. Infrastruktur jalan di Jakarta sudah kelebihan kapasitas untuk menampung lebih banyak kendaraan.

          Kita memahami bahwa sektor otomotif memang menjadi salah satu penggerak utama roda ekonomi nasional. Karena itu, apa yang diungkapkan Wapres Boediono bukan pernyataan yang mengada-ada. Kita mendorong agar mobil murah itu lebih dipasarkan sebagai produk ekspor yang akan mengurangi defisit neraca pembayaran kita. Akan tetapi kebijakan mobil murah yang diajukan pemerintah perlu dilihat dari sisi positif maupun negatif. Tujuannya untuk mendapatkan pemahaman komprehensif terhadap kebijakan tersebut.

       Peneliti Transportasi Jalan Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Perhubungan, Nunuj Nurdjanah mengatakan, terlepas dari pro dan kontra dari berbagai pihak mengenai program LCGC (Low Cost Green Car/mobil murah ramah lingkungan), kita perlu melihatnya dari dua sisi yang mungkin timbul yaitu dampak positif dan negatifnya.

Menurut Nunuj, dampak positifnya yang mungkin disebutkan adalah penghasilan pajak negara dari otomotif akan bertambah, serta masyarakat golongan ekonomi menengah akan merasakan punya mobil baru dengan harga terjangkau.

Selain itu, sebagian pengguna sepeda motor mungkin akan berpindah pada mobil murah, mencegah masuknya mobil murah dari luar negeri atau negara tetangga seperti dari Thailand yang sudah terlebih dahulu memproduksi mobil murah.

"Sedangkan dampak negatifnya yang mungkin timbul adalah meningkatnya kepemilikan mobil pribadi. Tentunya dibarengi meningkatkan penggunaan mobil pribadi di jalan yang berakibat pada meningkatnya kepadatan lalu lintas, dan meningkatkanya konsumsi BBM," katanya di Jakarta, Selasa (24/9). Belum lagi permasalahan lainnya seperti peminat angkutan umum akan semakin berkurang, dominasi angkutan pribadi pada angkutan lebaran akan semakin meningkat. "Bergulirnya program mobil murah ini dampaknya berantai, dan perlu upaya keras instansi terkait untuk meminimalisir dampak negatif tersebut," tuturnya.
 
     Untuk itu, Kementerian terkait seperti Kementerian Perhubungan, Kementerian PU, Kementerian ESDM merupakan instansi pemerintah yang terkena imbasnya harus berupaya keras menanggulangi dampak negatif yang timbul dari program mobil murah ini. Sedangkan instansi lainnya yang harus bekerja keras untuk menanggulangi dampak negatifnya adalah pemerintah daerah, khususnya di kota-kota besar. "Ada wacana kalau mobil murah ini akan didistribusikan ke luar Jawa," ujar Nunuj.
 
          Namun, ia mengemukakan karena rancangan mobil murah itu adalah tipe 'city car', sehingga apabila didistribusikan ke luar Pulau Jawa-Bali seperti Kalimantan dan Papua, kondisi jalannya kurang memadai dan mempunyai medan yang sulit sehingga untuk mobil jenis 'city car' kemungkinan besar kurang laku.

Beberapa kelebihan dan kekurangan adanya mobil murah.
Dampak Positif :
Pertama, akan menciptakan permintaan baru serta mendorong pertumbuhan pasar otomotif domestik karena akan semakin banyak orang memiliki kemampuan untuk membeli mobil.

Kedua, ini akan mendorong pabrikan mobil untuk lebih agresif berinvestasi di Indonesia guna membangun pabrik-pabrik baru untuk memproduksi mobil murah dan ramah lingkungan. Ini juga akan dilakukan oleh Nissan, Suzuki dan Honda.

Ketiga, penanaman modal asing yang baru akan menciptakan lapangan kerja baru, serta meningkatkan pendapatan masyarakat. Bahkan, ini akan membantu mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Keempat, ini akan memacu pabrikan mobil untuk membawa teknologi baru, serta membangun fasilitas riset dan pengembangan di Indonesia. Ini juga akan meningkatkan kualitas tenaga kerja di industri otomotif.

Kelima, kebijakan ini akan mendorong lokalisasi komponen, yang pada akhirnya akan memperkuat dan mendorong pertumbuhan industri komponen otomotif.

Keenam, ini akan meningkatkan citra positif industri otomotif Indonesia karena mobil ramah lingkungan cenderung menghasilkan emisi korban rendah sehingga mendukung pemeliharaan lingkungan secara berkelanjutan.

Dampak Negatif :
Pertama, meningkatnya kepemilikan penggunaan mobil pribadi di jalan yang berakibat pada meningkatnya kepadatan lalu lintas / macet.

Kedua, meningkatkan konsumsi BBM karena masih menggunakan BBM bersubsidi.

Ketiga, peminat angkutan umum akan semakin berkurang.

Keempat, dominasi angkutan pribadi pada angkutan lebaran akan semakin meningkat.


Sumber :
http://www.katadata.co.id/
http://m.detik.com/finance http://www.republika.co.id




Tidak ada komentar:

Posting Komentar